Judul : Jembatan Pemersatu
Pengarang :Peni NH
Penerbit :Analisa
tahun Terbit :2013
Tebal Halaman : 106 halaman
Ukuran Buku : Tinggi 19 cm
lebar 14 cm
Jembatan Pemersatu merupakan salah satu pemenang novel tingkat nasional
pada sayembara penulisan naskah buku bacaan oleh Depdikbud tahun 2013
Novel ini menceritakan sebuah desa yang bernama Kalimalang yang memiliki
kepala desa baru yang bernama Parmin.Kegembiraan yang dirasakan warga
tidak dirasakan oleh Parmin. Ia merasa akan mengahadapi suatu tugas yang
berat karena warga desa sulit diajak berkumpul dan bermusyawarah. Penyebab
dari masalah itu adalah terpisahnya desa Kalimalang oleh sungai sehingga
banyak warga yang susah untuk datang karena harus menyebrangi sungai.
Setelah berkompromi dengan Bupati akhirnya Parmin mendapatkan dana untuk
membangun jembatan di desanya. Bertepatan dengan adanya mahasiswa yang akan
berKKN di desa Kalimalang, maka Parmin mengajak warga dan mahasiswa mahasiwa KKN
untuk bergotong royong untuk membangun jembatan.Akhirnya sekarang tidak ada lagi
warga yang terpisah dan kegiatan kegiatan ataupun rapat desa dapat diikuti oleh
seluruh warga desa Kalimalang.
Novel ini memberikan pelajaran untuk kehidupan sehari-hari yaitu rasa sosial manusia dengan lingkungannya perlu dipupuk setinggi mungkin. Sebab dengan rasa sosial yang tinggi, akan tinggi pula rasa persatuan dan kesatuan suatu bangsa.Maka dari itu kita harus mencontoh
apa yang sudah dilakukan oleh tokoh Parmin dan warga desa Kalimalang untuk menyelesaikan
Suatu masalah. Novel ini memiliki kelebihan karena bahasa dalam novel yang mudah dimengerti oleh semua kalangan yang membacanya dan terdapat beberapa hiasan komedi yang diberikan penulis sehingga membuat pembaca tidak bosan untuk mengikuti alur ceritanya.Tetapi sayangnya alur ceritanya terlalu bercabang sehingga pembaca sedikit bingung untuk mengikutinya dan novel ini sudah jarang ditemukan di toko buku sehingga sangat susah untuk mendapat keluaran terbarunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar